Daftar Harga Kubah Masjid Enamel Di Jakarta

Daftar Harga Kubah Masjid Enamel Di Jakarta

Melihat semakin berkembang pesat penggunaan bahan enamel untuk kubah masjid modern, maka semakin banyak pula pihak kontraktor atau pengrajin yang mulai menggunakan opsi bahan enamel untuk kubah produksinya. Harga kubah masjid enamel yang ditetapkan pun bervariasi. Di artikel ini kami juga akan mereview perkembangan daftar harga kubah masjid enamel di Jakarta.

Penggunaan bahan enamel semakin marak dikarenakan bahan yang satu ini memang memiliki kelebihan yakni kuat dan awet namun ringan, dalam hal perlindungan terhadap kebocoran kubah dari bahan enamel juga dapat diandalkan karena memiliki dua lapisan. Dalam hal variasi bentuknya, model kubah enamel tidak hanya cocok dibuat modern saja namun juga bisa di berikan sentuhan klasik sesuai dengan keinginan yang memesan. Salah satu nilai tambah dalam hal esteteka atau keindahan adalah kubah masjid enamel ini memiliki tekstur yang timbul. Dari segi pewarnaannya juga disesuaikan dengan keinginan pelanggan karena dalam proses pengecatannya dilakukan secara berkualitas. Bahan kubah enamel juga mempunyai ketahanan warna hingga kurang lebih 20 tahun lamanya.

Penentuan harga akan sangat bervariasi melihat dari ukuran pemesanan dan tingkat kesulitan nya. Hal ini dikarenakan bisa memakan banyak waktu dalam proses pembuatan serta menggunakan banyak bahan enamel. Pemberian dekorasi juga banyak berpengaruh pada harga yang ditetapkan. Di  PT. Anugerah Kubah Indonesia tersedia berbagai macam pilihan model kubah enamel dengan kualitas terbaik dan pembuatan dekorasi sesuai dengan keinginan pelanggan. Perusahaan kami juga sudah memiliki cukup pengalaman dalam pembuatan kubah masjid di Jakarta. Kubah enamel yang kami sediakan dijamin tahan lama dan harganya juga terjangkau. Untuk pemesanan hubungi nomer berikut : 081333920729. Jangan lewatkan kesempatan ini, segera lakukan pemesanan atau bisa juga datang langsung ke tempat kami.

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masjid
Kegiatan PKK di Halaman Masjid Serang Banten

Kegiatan PKK di Halaman Masjid Serang Banten

Kegiatan PKK di Halaman Masjid Serang Banten

Setelah tim melakukan observasi langsung ke lapangan, tim juga melakukan kunjungan pengurus-pengurus TPQ. TPQ yang terdapat di Dusun Lestari ada 2 TPQ Darunnajjah 1,dan TPQ Darunnajjah 2. Kegiatan PKK juga menjadi salah satu agenda program kami, yang terealisasi pada pertemuan PKK pada tanggal 27 Mei 2015 serta diadakannya Senam PKK yang bertempat di  masjid dan Balai Desa Wonorejo pada tanggal 28 Mei 2015. Disamping pendidikan non formal, tim juga melakukan penggalian informasi tentang pendidikan formal. Dalam bidang kesenian(minat dan bakat) terealisasilah program kami membuat kreasi dari kain flanel. Program ini terlaksana pada tanggal 25 juni 2015. Pada beberapa hari berikutnya, setelah tim melakukan crosscheck, tim mencoba untuk mencari peta Dusun Lestari,dan kami dapati ada buku rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDES) tahun2011-2015 yang kami peroleh dari perpustakaan balai desa Wonorejo tidak kami dapati.

Seiring berakhirnya membantu menjadi Pengawas agar terlaksannya Ujian Kenaikan Kelas (UKK) pada tanggal 8-11 Juni 2015. Selain itu, juga terlibat pada persiapan perpisahan kelas 6 SDN Wonorejo 2 serta dalam acara inti perpisahan kelas 6 tersebut yakni pada tanggal 13 Juni 2015. Disamping itu, agar terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler pramuka peserta KKN ditugasi menjadi pembina pramuka yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Sejalan dengan kegiatan  masjid tersebut, keputusan kepala sekolah menginginkan ditambahkan program hafalan juz ‘amma setelah jam pulang sekolah bagi murid kelas 4 dan kelas 5. Dan dalam bidang pendidikan kami juga merealisasikan program kerja kami berupa partipasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SDN Wonorejo 2, Secara rolling. Sehingga satu per satu anggota kelompok 15 terlibat dalam KBM tersebut. Begitupun dengan TPQ Darunnajjah 1, kami juga menerapkan pola/model yang sama, yakni teknik rolling.

Pada tanggal 14-15 Juni 2015 terealisasilah program kerja kami yaitu kerja bakti bertempat di lingkungan Dusun Lestari dan balai Desa Wonorejo. Akses menuju Dusun Lestari tidaklah begitu sulit,sehingga menuruttim, tidak ada masalah yang berarti berkaitan dengan akses transportasi. Permasalahan yang muncul dan kami temui adalah permasalahan yang multi komplek, akan tetapi Tim lebih memilih untuk menyelesaikan aspek pendidikan, hal ini dipilih karena berdasarkan kekuatan yang dimiliki oleh tim di masjid.

Kami, yang telah di bekalkan oleh pihak kampus, fungsi kami masjid yakni sebagai fasilitator. Semua solusi-solusi tetap mereka yang akan memutuskan, kami hanya menjembatani sehingga mereka dapat bermusyawarah mufakat di masjid. Dalam hal ini kami menjajagi permasalahan hingga sampai pada melakukan tindakan-tindakan penyelesaiannya dengan menggunakan teknik-teknik PAR diantaranya yakni dengan mapping, dan diskusi-diskusi. Fokus permasalahan yang kami tekankan disini yakni tentang pendidikan keagamaan, hal ini didasarkan dari hasil observasi yang telah kami lakukan, tim melihat bahwa pendidikan tentang keagamaan sangat dibutuhkan warga muslim, namun pemahaman dan pengetahuan akan agama dinilai masih minim.

Masjid
Tokoh Pejuang Masjid di Surabaya

Tokoh Pejuang Masjid di Surabaya

Tokoh Pejuang Masjid di Surabaya

Guru pertama Ali Syari’ati adalah Taqi Syari’ati, ayahnya sendiri, yang memutuskan untuk mengajar di masjid kota Surabaya. Ali Syari’ati lahir 23 November 1933, di desa Mazinan, pinggiran kota Masyahad dan Sabzavar, Provinsi Khorasa, Iran. Desanya berada di tepi gurun pasir Dasht-I Kavir, di sebelah Timur Laut Iran. Dia lahir dari keluarga ulama. Ayahnya, Muhammad Taqi Syari’ati adalah seorang ulama yang mempunyai silsilah panjang keluarga ulama dari Masyhad. Kota pemakaman Imam Ali Ridha, Imam ke delapan dari kepercayaan Islam Syi’ah.

Pada tahun 1940, Syari’ati mulai bersekolah di Sekolah Dasar Negeri, yang bukan sekolah agama. Dan tahun 1950 ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Pendidikan Guru masjid selama dua tahun. Tahun 1956, Syari’ati melanjutkan studi di Fakultas Sastra Universitas Masyhad. Dan di tahun 1959, Syari’ati berhasil lulus sebagai sarjana Fakultas Sastra Unibersitas Masyhad dengan peringkat pertama di kelasnya.Tahun 1960, Syari’ati mendapatkan beasiswa dari pemerintah Iran dan melanjutkan pendidikan masjid tingkat sarjana di Universitas Sorbonne, Prancis. Syari’ati menjadi asisten riset Massignon (Islamolog Prancis) tahun 1960-1962 untuk menterjemahkan dokumen berbahasa Persia, dalam menulis biografi putri Nabi Muhammad, Fatimah. Di tempat yang sama, pada tahun 1963-1964 Syari’ati menyerap wawasan sosiologi Islam dari Jacques Berque. Dan ia pun akhirnya berhasil meraih gelar doktor di bidang Sosiologi dan Filsafat Sejarah Islam pada tahun 1964.

Pada tahun 1962-1963, dia sibuk dengan aktifitas politik dan jurnalistik. Ia juga menjadi redaktur jurnal Iran-e Azad (free Iran) yang didirikan organisasi Gerakan Nasional Anti-Syah di Eropa. Gerakan yang menuntut pembebasan Iran (Liberation Movement of Iran). Tahun 1965, setelah mendapatkan gelar Doktor, Syari’ati diterima menjadi asisten profesor di Universitas Masyhad. Ia juga mengajar di tiga SMU dalam rangka mendirikan lembaga pendidikan di samping masjid. Pada tahun 1967, dia menjadi dosen Sejarah Islam di Fakultas Sastra Universitas Masyhad. Sebagai sosiolog muslim, Syari’ati sering berdiskusi dengan mahasiswanya membicarakan masalah yang dihadapi Kaum Muslim berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Karena pemikiran baru itu, Rezim Syah Iran menghentikan aktivitas mengajarnya masjid, dan pada tahun 1968 ia dipensiunkan dari Kementrian Pendidikan di usianya yang baru 35 Tahun. Dengan mengganti nama resminya Muhammad Ali Mazinani, menjadi Ali Syari’ati agar tidak terdeteksi dan bisa lolos ke luar negeri. Juni 1977, Pouran, istri Syari’ati beserta tiga putrinya hendak menyusul ke London. Namun, setelah menjemput dan membawa mereka kesebuah rumah yang telah disewa Syari’ati di daerah Southampton, Inggris pagi 19 Juni 1997, Syariati ditemukan tewas di Southampton, Inggris. Pemerintah iran menyatakan Syari’ati tewas akibat penyakit jantung, tetapi banyak yang percaya bahwa dia dibunuh oleh polisi rahasia Iran. Syari’ati akhirnya dikuburkan di Damaskus, Suriah. Pada 27 Juni 1977.